Motivasi Menulis (Artikel 4)
| Happy Smile |
Bagi seorang mahasiswa tingkat akhir, tugas menulis skripsi juga akan
‘dirasa’ gampang untuk dilakukan. Mengapa? Karena itu adalah sebuah
tugas. Coba kalau tidak, pastilah terancam tidak wisuda. Padahal kalau
kita membedah struktur dari sebuah skripsi, tidak mudah loh. Sebuah
karya tulis skripsi punya struktur baku yang harus diikuti. Membuat
skripsi artinya kita harus mengutip satu teori dan membuktikan bahwa
teori itu benar. Tebal skripsi juga gak main-main. Jadi, kalau kita
beruntung mencicipi bangku kuliah dan bisa membuat skripsi, tidak ada
alasan lagi untuk tidak bisa menulis bukan? Tapi ini hanya berlaku buat
kita yang menulis sendiri skripsinya. Tidak berlaku bagi yang beli
skripsi
Artikel ini sangat menarik dan memotivasi saya untuk terus mengembangkan kemampuan saya dalam hal knowledge dan skiil.
Diposting oleh Hendri Bun, mari teman-teman bersama membacanya. Smoga manfaat, selamat membaca ya . . .
***
Satu pertanyaan sederhana. Kalau saya meminta teman-teman untuk
memberikan skor 1-10, di mana angka 1 sangat buruk dan 10 sangat bagus,
berapakah skor teman-teman ketika diminta untuk menulis? Hmm … mungkin
ada yang memberi angka 3. Ada juga yang menilai dirinya 5. Dan pastinya
ada juga yang menjawab 8 ke atas. Tidak masalah berapa skor yang
teman-teman berikan. Yang menjadi soal adalah kenapa skor itu muncul.
Ketika pertanyaan di atas diajukan, pasti di pikiran teman-teman
muncul sejumlah definisi mengenai menulis. Definisi itu kemudian diolah
dengan membandingkan definisi tersebut dengan keterampilan dan sejumlah
pengalaman yang dimiliki mengenai menulis. Dan dari olahan tersebut
muncullah sebuah skor. Begitu bukan? Jadi hampir bisa dipastikan kalau
definisi yang kita ambil rumit maka skor yang muncul akan rendah rendah.
Tetapi kalau definisi yang muncul sederhana, pastilah skor tinggi yang
akan muncul.
Kalau begitu, apakah definisi dari menulis itu?
Saya coba googling dengan memasukkan key word “define: writing”, muncul tiga besar definisi sebagai berikut.
1) the activity or skill of marking coherent words on paper and composing text.
2) the activity or occupation of composing text for publication.
3) written work, especially with regard to its style or quality.
1) the activity or skill of marking coherent words on paper and composing text.
2) the activity or occupation of composing text for publication.
3) written work, especially with regard to its style or quality.
Definisi dalam bahasa Indonesia? Berikut beberapa hasil googling yang diungkapkan oleh sejumlah orang yang dianggap ahli.
1. Menulis adalah proses mendesain, memerlukan metodologi, seperti menunggang angin, perlu jaringan pengaman ide, dan cara-cara menjinakkan penerbit. -Yasraf Amir Piliang
2. Menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa. -Burhan Nurgiantoro
3. Menulis berarti mengungkapkan pengertian menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. -M. Atar Semi
1. Menulis adalah proses mendesain, memerlukan metodologi, seperti menunggang angin, perlu jaringan pengaman ide, dan cara-cara menjinakkan penerbit. -Yasraf Amir Piliang
2. Menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa. -Burhan Nurgiantoro
3. Menulis berarti mengungkapkan pengertian menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. -M. Atar Semi
Terakhir saya mengutip KBBI. Menulis diartikan sebagai melahirkan
pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.
Menulis berarti menuangkan isi hati si penulis ke dalam bentuk tulisan,
sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang orang melalui
tulisan yang dituliskan.
Dari sejumlah definisi di atas, apakah ada yang cocok dengan definisi
teman-teman? Tidak usah didebat definisi mana yang paling benar. Yang
perlu disikapi adalah apakah definisi yang ada bisa membuat kita
tergerak untuk menulis atau tidak. Definisi seindah dan sebagus apapun
kalau tidak mendorong kita untuk menulis tentu tidak ada gunanya. Begitu
juga sebaliknya, kalau definisinya sederhana dan bisa memotivasi kita
untuk menulis, itu bermakna besar. Setuju?
* * *
Seorang wartawan dituntut untuk mampu menulis 3-4 artikel setiap
hari. Sebuah pertanyaan muncul: kenapa mereka memiliki stamina menulis
begitu panjang? Yup, karena mereka mendefinisikan aktivitas menulis
sebagai sumber nafkah hidup. Dengan kata lain, kalau mereka tidak
menulis maka dapur mereka bisa terancam. Sesekali isenglah membandingkan
IQ kita dengan mereka. Saya yakin kita akan mendapatkan bahwa IQ mereka
tidaklah lebih tinggi dari kita. Kalau begitu, kenapa mereka mampu
menulis setiap hari? Jawabannya jelas. Kerena definisi menulis di
pikiran mereka sudah sangat jelas.
Personal branding, itu motivasi lain bagi sebagian teman untuk
menulis. Sejumlah profesi yang masuk katagori figur publik seperti
artis, pembicara publik, sampai politikus masuk dalam kelompok ini. Bagi
para artis, kehadiran tulisan tentang mereka adalah untuk eksistensi
diri dan sebagai media untuk menyapa fans. Bagi seorang pembicara
publik, tulisan mereka adalah kredibilitas akan kompetensi yang mereka
miliki. Bagi seorang politisi, menulis diyakini mampu melejitkan karir
politik mereka. Jadi tidak mengherankan kalau kita akan mudah menemukan
sejumlah buku dengan cover penulis terpampang besar di toko buku.
Menulis juga dimaksimalkan oleh sebagian orang untuk mencari teman.
Tujuan ini makin terfasilitasi dengan munculnya sejumlah media sosial.
Tolong jawab dengan jujur. Kalau kita menulis sesuatu di media sosial
dan tulisan kita ditanggapi –entah di-like atau di-komentari atau di-RT
sama teman– pastilah kita merasa senang bukan? Kita seolah-olah
memiliki banyak teman, meskipun hanya di dunia maya. Tidak apa-apa.
Kalau hal ini membuat kita aktif menulis, tentunya bermanfaat bukan?
Menuangkan sesuatu menjadi tulisan juga dimaknai sebagian orang
sebagai ajang untuk berbagi ilmu. Ada juga yang melihat menulis sebagai
tempat untuk berbagi kisah atau pengalaman hidup. Ada juga yang
memaksimalkannya sebagai tempat untuk curhat. Dan tentunya masih banyak
lagi definisi dan motivasi menulis yang bisa teman-teman tambahkan.
Pastikan definisi yang dibuat mampu menumbuhkan gut feeling mengenai
menulis. Yang lebih penting definisi yang dibuat mampu menggerakkan dan
memacu kita untuk mulai menulis. Setuju?
* * *
* * *
CUT
* * *
Kalau kembali ke definisi dan motivasi menulis, kelihatannya saya
mengambil aliran sharing dan mencari teman. Kalau saya tanya ke
teman-teman, apakah jawabannya?
Salam #Proaktif
Komentar
Posting Komentar